Kamis, 04 November 2010

Peran Kecerdasan Kinestetik Terhadap Kecerdasan Intelektual


Peran Kecerdasan Kinestetik Terhadap Kecerdasan Intelektual
(C.Emi.S.Car)
            Proses Kegiatan Belajar Mengajar merupakan proses untuk menyiapkan siswa secara utuh.Utuh artinya mampu menguasai berbagai macam kompetensi yang menjadi tuntutan dewasa ini.Agar siswa mampu mencapai tujuan akhirnya, guru dituntut menjadi pendamping dan motivator yang baik.Lebih-lebih guru dituntut mampu menciptakan nuansa pembelajaran yang baik.Termasuk di dalamnya memperhatikan karakter siswa yang sangat heterogen.
            Belajar bukanlah mengumpulkan informasi secara pasif, melainkan menciptakan pengetahuan secara aktif.Belajar berdasar aktivitas secara umum, jauh lebih efektif daripada didasarkan presentasi, media, dan materi. Hal ini disebabkan cara belajar itu mengajak siswa terlibat sepenuhnya.Gerakan fisik meningkatkan proses mental, sehingga melibatkan tubuh dalam belajar cenderung membangkitkan kecerdasan terpadu manusia sepenuhnya.Menurut Gagne belajar merupakan proses yang sederhana ke yang komplek.Proses belajar selalu bertahap mulai dari belajar melalui tanda, kemudian melalui rangsangan-reaksi, belajar berangkai, belajar secara verbal, belajar membedakan, belajar konsep sampai pada cara belajar prinsip dan belajar untuk memecahkan masalah.
            Tujuan tiap pengajaran adalah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga siswa trampil menjawab tantangan situasi hidup secara manusiawi.Keadaan hidup manusia dalam masyarakat modern dewasa ini berubah sangat cepat, dengan demikian pengajaranpun harus memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi di masyarakat.Tujuan mengajar adalah pemikiran dan tindakan yang berdikari, kreatif, dan adaptif.Supaya siswa dapat berpikir dan bertindak secara berdikari, kreatif, dan adaptif maka ia harus diberi kesempatan menggunakan semua kemampuan rohani dan jasmaninya perlahan-lahan, tahap demi tahap, sampai siswa mampu bertindak sendiri secara maksimal.
            Siswa harus memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan dan mengembangkan bakat dan kemampuannya.Dengan demikian, untuk mencapai kemampuan intelektual yang diharapkan, seorang guru harus mampu memberi keleluasaan secukupnya kepada siswa untuk melatih dan mengembangkan kemampuannya dalam berbagai macam kegiatan, khususnya yang terkait dengan pengembangan kinestika siswa.Learning by doing, belajar sambil berbuat inilah yang seharusnya dilakukan oleh guru.Dengan cara inilah dapat merangsang siswa untuk giat melakukan sesuatu.Dalam kegiatan yang dirancang dan dibuat sendiri oleh siswa akan dapat melatih kemampuannya dan meresapkan apa yang didengarnya lewat pengalamannya yang akan bermanfaat dalam perangkat dirinya.
            Kecerdasan kinestetik akan mempunyai pengaruh kepada kecerdasan intelektual siswa apabila guru mempunyai keberanian menghilangkan cara-cara pengajaran yang konvensional.Karena dengan masih maraknya pengajaran konvensional, pengembangan potensi siswa akan kurang maksimal.Guru hanya mentransfer isi buku kepada siswa.Supaya siswa benar-benar berkembang kinestetiknya,aktivitas kelas diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan jasmaniah/kinestetik hendaknya mengandung berbagai kekuatan manipulatif dalam memecahkan masalah-masalah abstrak.Aktivitas yang memasukkan gerakan fisik, seperti:perjalanan lapangan, permainan peran/akting, pelatihan mandiri, kerja tim, baik dalam olah raga maupun permainan akan menstimulasi kecerdasan kinestetik.Aktivitas-aktivitas kelas memungkinkan siswa bisa mengembangkan dan mempraktikkan kecerdasan jasmaniah/kinestetik mereka.Seluruh kegiatan dalam pelajaran memberikan peluang untuk menggunakan dan mengekplorasi aneka gerakan dan menggunakan objek-objek fisik dalam pembelajaran mereka.
            Salah satu aktivitas kelas yang memanfaatkan lingkungan sekitar siswa dan dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik adalah dalam pembelajaran IPS, khususnya dalam memahami Peta Buta.Untuk lebih memahami peta buta, siswa dapat memanfaatkan barang-barang tak terpakai, yaitu koran bekas yang digunakan untuk membuat peta.Siswa akan menggunakan seluruh gerak tangannya untuk membentuk tumpukan koran yang sudah diproses menjadi bubur kemudian diubahnya menjadi peta-peta kecil sesuai materi siswa.Pembuatan peta dari koran bekas ini diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan intelektual siswa.
            Dengan bekerja bersama, menggerakkan tubuhnya, siswa akan merasa gembira dalam belajar.Belajar dengan kegembiraan akan sangat membantu mengembangkan kecerdasan kinestetik.Kecerdasan kinestetik memberi ciri pada kemampuan untuk mengontrol dan menafsirkan aneka gerakan tubuhnya sendiri.Siswa yang menikmati olah raga dan aktivitas fisik, mempunyai pengertian yang bagus tentang arah dan menggerakkan tubuh mereka dengan pengertian ketepatan waktu yang tajam.Siswa yang kuat dalam kecerdasan jasmaniah/kinestetik mampu melakukan motorik kecil dengan baik dan bisa melakukan aktivitas-aktivitas seperti menyusun, memahat, membongkar, membuat sesuatu, dan mengumpulkan kembali dengan mudah.
            Pembelajaran yang mengarah pada gerak dan aktivitas siswa diharapkan mampu menciptakan nuansa pembelajaran yang menyenangkan, dan sebagai dampak terakhir adalah meningkatnya hasil belajar siswa dan kualitas pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar